THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

cek jam dulu ~

Selasa, 07 September 2010

Pengalaman Baruku Bersekolah di Pondok Pesantren Gontor Putri2, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur

Sekarang aku duduk dikelas 1 SMP, di Ponpes Gp2, disitu insyaallah aku akan bersekolah selama 6 tahun, ditambah pengabdian selama 1 tahun, yaitu menjadi ustazah pengajar. Disana aku belajar mandiri, dan belajar untuk hidup sosial. Setiap 1 kamar itu terdapat 25- 30 orang, kebetulan aku dapat kamar yg berisi 30 orang, disana ada yg disebut rayon, yaitu kumpulan kamar berjumblah 10. Disana ada rayou Damaskus, yerussalem, iskandariah, mekkah, madinah, riadh, beirut (kamar para ustadzah pengajar) dan istambul. kebetulan aku dapat damaskus kamar 6.Disana aku mengenal orang2 dari berbagai macam kalangan, ada yang 2 orang dari kal-tim, yaitu Ria, dan Airin, ada yang dari riau, ia wulan, surabaya-luthfiana, makassar-riska, cirebon- saskia, sidoarjo, alivah, chika, fitkha, hara, paxia, dan nurul, wonosobo- puput, bandung- dian dan nabila, salatiga- erriza, rofi, dan safira, yogyakarta-naili, temanggung-sivana dan eva (epool),Jakarta- aku, farha, dan zulfah dan ada 2 orang lagi temanku namanya ayun, dan tika, tetapi sayangnya aku agak sedikit lupa dari mana asal mereka saat ini, walaupun kamu dari berbagai macam daerah, suku, dan sifat yg berbeda beda, tetapi kami dapat kompak selalu!Pertama aku masuk, aku hanya mengenal hara, riska, dan farha waktu pendaftara,.. 


Hari pertama dikamar, aku ngerasa semua orang yang tidak kukenal semua itu cuek padaku, mau aku jatuh, terantuk, dan kesusahan, tidak ada yang menghiraukanku, aku menjadi sedih dan merasa minder. Lemariku terletak di pojok pula, lengkap sudah kesendirianku,.. pada malam pertama, aku tak bisa tidur, semua berisik, karena pada kenalan satu samalain,.. aku tetap diam dikasurku sambil menangis sendiri,.. besoknyapun tetap sama,.. namun hari ketiga berbeda, aku mulai kenal orang2 disekitarku (walau hanya tau namanya saja) aku bermaksud untuk mengobrol pas waktu tidur,.. tetapi semua dengan kompak sama sekali tidak berisik, dan semua berusaha tidur,.. aku merasa tidak enak bila menganggu mereka.Kesendirianku terus menusuk hatiku,.. hingga pada suatu perlombaan antar kamar,.. waktu itu kamar lain ada yg berbuat kecurangan hingga teman sekamarku bernama saskia jatuh tertindih dari kursi waktu permainan kursi panas,.. ketua kamarku langsung jadi propokator suatu sorakan keras yg dituju pada kamar tersebut,.. kamar lainnyapun ikut,.. namun ustadzah esma yg menjadi panitia, sekaligus salah satu (dari 2 org) muslifah (pembimbing) kamarku tiba tiba membentak sambil mengacungkan jarinya kepada kamar kami,.. kulihat dia begitu marah akibat ketidak sopanan, dan sportivitas kami,.. sorenya hari itu jadwalnya kultum dari ustadzah pembimbing kamar masing2, dan ternyata yg masuk kamar aalah usdzh. aida sarah, bukan ustadzah esma,.. ust. aida bilang bahwa ia pertama kali melihat ustadzah esma semarah itu selama 7 tahun ,.. dan iapun juga menasehati kami kalau yg kami lakukan saat lomba bukanlah pahlawan, melainkan sifat pengecut dan tidak sportif,.. dan kami juga di ceramahi''kalian tinggal dipondok, meninggalkan keluarga kalian semua, tetapi kalian semua tidak sendirian wahai anak anakku, kalian makan bareng teman, mencuci bareng teman, tidur bareng teman, kalian selalu bersama sama, mau itu saat sekolah, muhadasah, muhajjah, muhadarah, di kamar, dan dimanapun, Kita diciptakan sebagai makhluk sosial agar bisa saling memahami, ..... kalau kalian menangis, janganlah menangis sendirian, menangislah bersama, tertawa bersama, tetaplah disisi teman mau suka walaupun duka, jika kalian sudah menguasai suatu pelajaran, ajarilah teman kalian yg belum bisa ,.. kalian tidak sendirian nak, kalian sama sama pergi dari orang tua, sama sama sedih, jadi kalian jangan berpikir bahwa hanya diri kalianlah yg berpisah jauh dari keluarga,.. tidak nak, semua sama, jadi janganlah kita melakukan hal tadi lagi saat lomba, jangan diulangi ya nak'', setelah ustaza keluar, kami sekamar menangis gk karuan, namun, aku mulai merasakan dampaknya, ketika aku hendak mencuci pakaian, aku tanya pada semuanya'' siapa yg mau nyuci bareng ana?'', ternyata diluar dugaan, semua menjawab dan menghiraukanku, dan ada mungkin sekitar belasan yg mau ikut mencuci,... walau hanya seperti itu, tetapi aku lumayan senang kalau keberadaanku dianggap ^_^Mulai dari itu aku tidak mojok2 dan menangis lagi,..  


  Aku diangkat sebagai pembuat sekenario pada drama komedi penutup lomba antar kamar damaskus b, karena toh, kamarku yg ditunjuk sebagai pemeran &pembuat drakom. Malamnya skenarioku belum selesai, aku sudah membayangkan bagaimana amarah mereka padaku, dan ternyata mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa emosi sedikitpun, malah akhirnya menyarankan padaku kalau lebih baik sedikit meminta bantuan kepada ukhti harizza,.. kami berlatih drama komedi hingga jam 1 malam. Bangun agak telat(04.00) walau dengan terngantuk ngantuk berjalan ketempat wudhu, semua terlihat semangat. Siangnya kami mulai bersiap,.. ana dan shafira berperan menjadi ustazah, Wulan menjadi ayah, saskia menjadi ibu,... rofi menjadi ba' batu (santri), airin menjadi ba' bata (santri), ... yah, walau drama komedi yg acak acakan dan penuh dengan ''salah tindakan'' dari para pemain, tetapi justru malah membuat para penonton yg tertawa terpingkal pingkal.


   Hari dimana aku bersekolah, aku dapat kelas F5, yg disana ada Ukhti sa'diah dari jakarta, pertama aku begitu akrab dengannya, tapi semakin lama, entah sejak kapan, perasaan itu menjadi sebuah kesadaran bahwa aku harus jaga jarak dengannya,.. di F5 aku aga terkenal, teman2 pada bilang bahwa aku menyenangkan, dan lucu,... aku mempunya wali kelas yg bernama ust. ruhlas, dan asistennya yg sekaligus guru ngajiku, ust. uswah tun hasanah, di kelas itu aku benar benar merasa aman, tentram dan menyenangkan,.. tapi setelah ujian, kelaspun di acak kembali, aku dapat kelas SD13, menyenangkannya pun sama, tetapi aku merasa, kalau seseorang tak akan terus terkenal,.. dan disana terdapat 5 anak populer, yang1 yg sombong dan enggan menjawab sapaan baik dari para teman temannya,... tetapi ada 2 anak yg begitu dekat denganku, ia bernama nadyah alaidi, yg begitu lucu, semangat, dan pd alias narsis narsis kocak,.. sungguh menyenangkan bersamanya, dan 1 lagi, bernama mohan ridha, dia begitu memerhatikanku, kalau aku ngomong pasti ditanggapin :D, dia baik, dan lembut, tegas, pokoknya keren keren baik gitulah :P 


  Hari Porseni,.. aku merasa ruga gk beli CD pembukaan porseni, karena aku ingin lihat lagi tampilan Drum Band yg keren nan bikin semangat hari bergejolak, disana ada teman ku sekamar yg ikut, bernama Eva/E pool (kalo dipanggil), Luthfi, dan Nabila. Eva memegang senar drum, nabila pionika, dan luthfi itu megang ,.. ummm,... sesuatu yg berbentuk tutup panci ada 2 yg saling dipukul pukul symbal, keren banget musik2nya ada juga yg bikin terharu, lalu ada juga CHEERLEADER...!!! keren, sih, lagu yg dipakai lagu justin bieber yang berjudul three, dan lagu BBF. Di porseni, aku ikut lomba bessball dan j. balon, walau sebenarnya kasti hanya ikut di final untuk menggantikan nabila, dan aku menjadi pemain cadangan T_T, tapi di pertengahan aku akhirnya juga ikut terjun ke lapangan,sih. :D. Mulai dari 3 hari menjelang berakhirnya porseni diadakan Mis Gorda (miss gontor dua) yg diadakan pada malam hari, dan antar rayon,.. yg mewakili rayonku adalah erriza (teman sekamarku) yg sangat cantik nan feminim pula, ia cantik, tinggi, baik, perhatian, humoris, lucu, dan peduli pada temannya. tetapi sayangnya tidak juara, karena ia malu malu saat bergaya dipanggung. Dan yang menang adalah anak dari Madinah (rayon madinah, bukan kota madinah). Perlombaan Mis gorda diadakan dilapangan yg berumput nan bertanah, jadi aku berniat untuk lebih memilih merawat temanku yg sakit dikamar dari pada bersama ikut menonton miss gorda 1, dikamar terdakapat, aku, hara, pasha, dan saskia & ajeng(dari kamar 5 damasakus, karena dia takut sendirian, jadi dia ke kamarku ) yg dua duanya sedang sakit,.. saat itu bantal2 jatuh dari atas lemari yg telah tersusun rapih, aku dan hara menyusunnya kembali, tetapi tak ada yg berani menaruh bantal terakhir di atas lemari yg paling pojok, yg gelap nan menakutkan. akhirnya kami tentukan dengan suti, dan aku bernasib buruk, aku yg harus menaruhnya dipojok, kutaruh bantal tersebut perlahan2, setelah tanganku telah melepas bantal (mungkin jarak tangan dari bantal sekitar 4-7cm) tiba tiba hara berteriak mengagetkanku, aku refleks, langsung berlari ke arah saskia dan langsung bersujud masuk ke selimutnya,.. dan hara tertawa terpingkal pingkal melihat sikapku. Setelah rasa takutku hilang kami semua mengobrol sambil makan karamel susu dengan santainya, sampai ada suara ustazah yg sedang daur (keliling untuk berjaga) yg begitu memekik telinga sambil berkata agak sedikit keras ''kamar 5! ayo keluar, keluar, acara belum selesai, kalian bisa bisanya santai padahal banyak teman kalian yg masih menunggu sampai acara selesai di lapangan'', namun kamar 10-9- dan kamarku menyusul keluar dgn terpaksa meninggalkan saskia dan ajeng yg sedang tidur karena mereka sakit, ustazah pun makin termakan emosi dan berteriak ''SEMUA KAMAR DAMASKUS KELUAR !!!! KELUAR!!!!!! SEMUA KEBELAKANG! SEMUANYA KEBELAKANG'', kamarku terheran2 apa yg dimaksud kebelakang,.. kamipun berhenti berlari ke lapangan, dan mundur perlahan2 kembali ke depan kamar kamu, kami takut kalau kami semua akan dihukum di kamar mandi belakang, yg gelap sekali, dan menyeramkan. namun, kamar 7 yg baru keluar, dengan spontan langsung berlarian menuju lapangan, kamar kami yg tadinya sedang tergagap mencerna kata2 ustazah yg membuat kepala berputar2 7, bahkan 14 keliling-pun segera mengikuti kamar 7, . tampak dari jauh, rombongan kami, kamarku, kamar 7, dan kamar5, berlari bersama sama, seperti berekor ekor bison yg sedang mengamuk, padahal kami berlari kencang bukan karena marah/ mengamuk, justru kebalikannya, yaitu takut setengah mati dan gemetaran dari ujung jari kaki hingga puncak ubun ubun kami .

0 komentar: